Pengaturan Tindak Pidana dalam Islam Berdasar TeoriMaqasid Al-Syari’ah

Makhrus Munajat

Abstract

Upaya  dan  bentuk  formalisasi  syari'at  Islam  di Indonesia  diperdebatkan,  di  satu  sisi  dikehendaki  tegaknya syari'at  Islam  secara  legal  formal,  di  sisi  lain  menginginkan tegaknya  the  islamic  order pada  komunitas  masyarakat,  artinya Islam  lebih  mementingkan   aspek  moral  ketimbang  legal formalnya.  Demikian  halnya  dengan  upaya  formalisasi  hukum pidana Islam dalam konteks keindonesiaan. Model transformasi hukum  pidana  Islam  di  Indonesia  pada  saat  ini  tidak  sampai pada  dataran  sanksi  sebagaimana  yang  diterapkan  dalam AlQuran.  Akan  tetapi   perbuatan  yang  dilarang  dalam  Al-Quran dianggap  sebagai  tindak  pidana,  karena   zina,  qazf, mencuri, muharib,  bughat,  syurb  al-khamr,  murtad,  dan  menghilangkan nyawa  orang  lain   adalah  perbuatan  yang  tidak  sesuai  dengan prinsip dan moralitas Islam. Positivisasi hukum pidana Islam di Indonesia harus melalui ijma'(ijtihad jama'i) dengan lembaga ahl al-hall  wa  al-Aqdnya.  Yang  terdiri  dari berbagai  unsur,  semisal hay'at  al-tsyri'iyyah, al  al-ikhtisas dan  hay'at  al-siyasah (lembaga politik) dapat diterjemahkan menjadi Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Full text article

Generated from XML file

Authors

Makhrus Munajat
asy_syirah@yahoo.com (Primary Contact)
Pengaturan Tindak Pidana dalam Islam Berdasar TeoriMaqasid Al-Syari’ah. (2011). Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 45(1). https://doi.org/10.14421/ajish.v45i1.7

Article Details

How to Cite

Pengaturan Tindak Pidana dalam Islam Berdasar TeoriMaqasid Al-Syari’ah. (2011). Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 45(1). https://doi.org/10.14421/ajish.v45i1.7