The Legal Politics of the Aceh Governor's Policy Regarding Religious Activities in Public Sphere: David Easton's Political Theory perspective

Authors

  • Muhammad Fakhrul Mahdi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ahmad Yani Anshori Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/ajish.v56i1.1105

Abstract views: 306 PDF downloads: 115

Keywords:

Ahlussunna wal Jamā'ah, MPU Aceh, Aceh Governor Circular Letter, David Easton's political system.

Abstract

Abstract: This article examines the phenomenon which caused the issuance and the formation of the Aceh Governor Circular Letter concerning the recitation prohibition other than the Aqidah of Ahlussunnah wal Jamaah. This article employs the empirical legal studies approach and the analysis of David Easton's system theory. This article finds that the Aceh Governor's Circular Letter was motivated by the emergence of the recitation phenomenon in the Aceh region, which teachings are considered apart from the Ahlussunnah wal Jamā'ah aqidah. This Circular Letter is also based on the existence of the Aceh Qanun Number 8 of 2014 demands and Aceh Ulema Consultative Council (MPU) support. The history of diversity, socio-religious practices, and education that developed in Aceh also contributed to the Aceh Governor Circular Letter promulgation. The Aceh Governor policy in David Easton's political theory is called the output sub-system (output). This policy has produced both positive and negative impacts. The negative impact of the Aceh Governor Circular Letter then becomes feedback for stakeholders to formulate new policies that could accommodate and protect all groups.

 

Abstrak: Artikle ini mengkaji fenomena yang melatari lahirnya Surat Edaran Gubernur Aceh tentang larangan pengajian selain aqidah Ahlussunnah wal Jamaah beserta proses pembentukannya. Menggunakan pendekatan empirical legal studies dan analisis teori sistem David Easton diperoleh temuan sebagai berikut. Pertama, lahirnya Surat Edaran Gubernur Aceh dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena pengajian di wilayah Aceh yang mengajarkan paham yang diyakini berada di luar aqidah Ahlussunnah wal Jamā'ah. Selain itu, ia juga didasarkan pada adanya tuntutan (demand) dari Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 serta dukungan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Sejarah keberagamaan, praktik sosial keagamaan, dan pendidikan yang berkembang di Aceh juga ikut melatari lahirnya Surat Efaran Gubernur Aceh ini. Kedua, lahirnya kebijakan (policy) Gubernur Aceh tersebut dalam teori politik David Easton disebut sebagai subsistem keluaran (output). Kebijakan ini dalam faktanya telah melahirkan dampak positif dan negatif sekaligus. Dampak negatif dari Surat Edaran Gubernur Aceh tersebut kemudian menjadi umpan balik (feedback) bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan baru yang bisa mengakomodasi dan melindungai semua kalangan.

Author Biography

Ahmad Yani Anshori, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dosen/Lektor Kepala | IV/A

References

Aldevan, Fahzian. “Aceh Larang Pengajian Selain Ahlussunah Waljamaah.” Https://Www.Tagar.Id/Aceh-Larang-Pengajian-Selain-Ahlussunnah-Waljamaah. Diakses pada 14 April 2020.

Wawancara dengan Tgk. Ali, Faisal. Wakil Ketua 1 MPU Aceh, pada 4 Mei 2021.

Asshiddiqie, Jimly. Perihal Undang-Undang. Jakarta: Konstitusi Press, 2006.

Dani, Subur. “Pemerintah Aceh Larang Pengajian Selain Itikad Ahlulsunnah Waljamaah Mazhab Syafiiyah.” Https://Aceh.Tribunnews.Com/2019/12/28/Pemerintah-Aceh-Larang-Pengajian-Selain-Iktikad-Ahlussunnah-Waljamaah-Mazhab-Syafiiyah. Diakses pada 14 April 2020.

Easton, David. Kerangka Kerja Analisa Sistem Politik. Translated by Shat Simamora. Jakarta: Bina Aksara, 1998.

Eisenberg, Theodore. “Origins, Nature, and Promise of Empirical Legal Studies and a Response to Concerns, The.” University of Illinois Law Review, 2011, 1713.

Wawancara dengan Fahmi, Mutiara. Salah Satu Staff Ahli Perancang Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 dan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2015, pada 27 April 2021.

Wawancara dengan Frizal. Kasubbag Pergub Dan Kepgub Kantor Biro Hukum, Sekretaris Daerah Aceh, pada 21 April 2021.

Hamdani. “Mungkinkah Masjid Sebagai Tempat Penyebaran Ajaran Seasat.” Https://Www.Kompasiana.Com/Cangkoiburong/5e3ad47f097f36739f163fc2/. Diakses pada 14 April 2020.

Ishiyama, J.T. Comparative Politics: Principles of Democracy and Democratization. USA: Wiley Blackwell, 2012.

Lukman, Marcus. “Eksistensi Peraturan Kebijaksanaan Dalam Bidang Perencanaan Dan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Di Daerah Serta Dampaknya Terhadap Pembangunan Materi Hukum Tertulis Nasional.” Disertasi, Universitas Padjajaran, 1996.

Wawancara dengan Tgk M. Daud, Tarmizi. Wakil Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), pada 7 Mei 2021.

Mas’oed, M. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2001.

Wawancara dengan Tgk. Muhibbuthabary. Wakil Ketua 2 MPU Aceh, pada 29 April 2021.

https://www.republika.co.id/berita/q3ctg3366/mui-minta-aceh-cabut-larangan-pengajian-selain-mazhab-syafii. “MUI Minta Aceh Cabut Larangan Pengajian Selain Mazhab Syafi’i,”. Diakses pada 14 April 2020.

Pito, Toni Andrianus, Kemal Fasya, and Efrizal. Mengenal Teori-Teori Politik: Dari Sistem Politik Sampai Korupsi. 3rd ed. Bandung: Nuansa Cendikia, 2013.

Wawancara dengan Tgk. Radhuan. Sekretaris Jendral (sekjen) Partai Daerah Aceh (PDA), pada 29 April 2021.

Salter, Michael, and Julie Mason. Writing Law Dissertations: An Introduction and Guide to The Conduct Of Legal Resarch. University of Central Lancashire: Pearson/Longman, 2007.

Setyadi, Agus. “Pemprov Aceh Larang Pengajian Selain Ahlusunah Waljamaah-Mazhab-Syafi’iyah.” Https://News.Detik.Com/Berita/d-4840094/Pemprov-Aceh-Larang-Pengajian-Selain-Ahlusunah-Waljamaah-Mazhab-Syafiiyah. Diakses pada 14 April 2020.

Wawancara dengan Tgk. Sulaiman. Kabag Agama dan Peran Ulama Biro Keistimewaan Dan Kesejahteraan Rakyat (Isra),Sekretariat Daerah Aceh, pada 21 April 2021.

Wawancara dengan Tgk. Usman, Anwar. Wakil Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), pada 6 Mei 2021.

W. Eda, Fikar. “Senator Aceh Dukung Surat Edaran Gubernur Aceh, Wajib Terapkan Ahlussunnah Waljamaah.” Https://Aceh.Tribunnews.Com/2020/01/01/Senator-Aceh-Dukung-Surat-Edaran-Gubernur-Aceh-Wajib-Terapkan-Ahlussunnah-Waljamaah. Diakses pada 14 April 2020.

Yusran Hadi, Muhammad. “Isu Wahabi Dan Ukhuwah Islamiah.” Https://Www.Kiblat.Net/2020/03/09/Isu-Wahabi-Dan-Ukhuwah-Islamiah/. Diakses pada 14 April 2020.

Zikrullah. “PCNU Banda Aceh Dukung Surat Edaran Plt Gubernur Terkait Larangan Pengajian Selain Ahlussunnah Wal Jama’ah.” Https://Mediaaceh.Co/2020/01/02/Pcnu-Banda-Aceh-Dukung-Surat-Edaran-Plt-Gubernur-Terkait-Larangan-Pengajian-Selain-Ahlussunnah-Wal-Jamaah/. Diakses pada 14 April 2020.

Zuraida, Ida. Teknik Penyusunan Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Downloads

Published

05-04-2022

How to Cite

Mahdi, M. F., & Anshori, A. Y. (2022). The Legal Politics of the Aceh Governor’s Policy Regarding Religious Activities in Public Sphere: David Easton’s Political Theory perspective. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 56(1), 1–25. https://doi.org/10.14421/ajish.v56i1.1105

Issue

Section

Articles