Pandangan Fikih Sosial K.H. Ali Yafie dan Kontribusinya terhadap Kajian Pembangunan di Indonesia

Fathorrahman Fathorrahman

Abstract


Tulisan ini mencoba menguraikan kajian fikih sosial dalam pandangan KH. Ali Yafie yang ruang lingkup kajiannya tidak hanya pada wilayah ibadah. Namun, memasukkan unsur-unsur sosial yang menjadi landasan nilai kehidupan bermasyarakat, unsur-unsur perkembangan zaman yang menjadi gejala sosial yang selalu berubah, bahkan unsur-unsur pembangunan yang menjadi idiom kebijakan pemerintah turut serta sebagai proses pengembangan pemikirannya. Untuk mengeksplorasi pandangan fikih sosial KH Ali Yafie, penulis mengajukan satu pokok pertanyaan mendasar tentang bagaimana pemikiran fikih sosial Ali Yafie merespon kebijakan pembangunan pemerintah. Dan, sebagai lanjutan dari pertanyaan mendasar tersebut, ada dua indikator yang penulis kupas secara mendalam dalam tulisan ini, yaitu, pertama, Bagaimana pemikiran fikih sosial Ali Yafie dalam spektrum pembangunan? Kedua, Apa kontribusi pemikiran fikih sosial Ali Yafie sebagai strategi pemaknaan sosial ajaran syariah dan strategi pewacanaan kebijakan pembangunan pemerintah? Dari uraian ini, penulis menjumpai temuan bahwa pemikiran fiqh sosial Ali Yafie berkorelasi dengan konsep pembangunan yang menjadi kebijakan pemerintah berangkat dari cita-cita dasar yang terdapat dalam pembangunan dan nilai-nilai dasar yang terdapat dalam ajaran syari’ah. Untuk merealisasi korelasi ini, Ali Yafie mengadopsi ajaran syariah yang kontekstual dan diadaptasi sebagai mekanisme penjelasan kebijakan pembangunan pemerintah yang mengacu kepada kemaslahatan ke dalam kehidupan masyarakat. Dan untuk menegaskan posisi fikih sosial sebagai sebuah kontribusi pemikiran Hukum Islam yang kontekstual, Ali Yafie menggunakan strategi pemaknaan sosial terhadap ajaran fiqh dan syariah untuk menjabarkan nilai-nilai syari’ah melalui pendekatan struktural.

Keywords


fikih sosial, pembangunan, Ali Yafie

References


Abdurrahman Wahid, Islam Kosmopolotan: Nilai-nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan, Jakarta: The Wahid Institute, 2007.

Ahmad Al Zarqa’, asy Syarh al Qawa>’id al Fikihiyah, Darr Garb al Islami, 1983.

Ahmad Rofiq Fikih Kontekstual: Dari Normatif ke Pemaknaan Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Ainurrofir (ed.) Mazhab Jogja: Menggagas Paradigma Usul Fikih Kontemporer, Yogyakarta: Arruz, 2002.

Akh. Minhaji, “Prof. K.H. Ali Yafie dan Fikih Indonesia”, Jurnal Al-Mawarid, Edisi VI Desember 1997

Ali Yafie, “Tajdid: Adakah Suatu Kemestian” jurnal Pesantren, P3M – Jakarta, No. 1/vol. V/1988.

_____, Agama dan Pluralitas Bangsa, Jakarta: P3M, 1994.

_____, Fikih Perdagangan Bebas, Jakarta: Teraju, 2003.

_____, Menggagas Fikih Sosial, Bandung: Mizan, 1994.

_____, Merintis Fikih Lingkungan Hidup, Jakarta: Ufuk Press, 2006.

_____, Teologi Sosial: Telaah Kritis Persoalan Agama dan Kemanusiaan, Yogyakarta: LKPSM, 1997.

Budhy Munawar Rahman, Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah, Jakarta: Paramadina, 1994.

Burhan Bungin, Imaji Media Massa: Konstruksi dan Makna Realitas Sosial Iklan Televisi Dalam Masyarakat Kapitalistik, Yogyakarta: Jendela, 2001.

Cik Hasan Basri, Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial, Jakarta: Rajawali Press, 2004.

Djohan Effendi, Pembaruan Tanpa Membongkar Tradisi: Wacana Keagamaan di Kalangan Generasi Muda NU Masa Kepemimpinan Gus Dur, Jakarta: Kompas, 2010.

Fauzi Ridjal dan M. Rusli Karim, Dinamika Budaya dan Politik Dalam Pembangunan, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1991.

Hassan Hanafi, Islamologi:Dari Teologi Statis ke Anarkis, terj, Yogyakarta: LKiS, 2003.

Hazairin, Tujuh Serangkai Tentang Hukum, Jakarta: Bina Aksara, 1981.

Ibrahim Muhammad Mahmud al Hariri, al-Madkhal ila al-Qawaid al-Fiqhiyah, Yordania: Dar-‘Imar, 1998.

Iqbal Abdurrauf Saimina (ed.) Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1988.

Jalaludin Rahmat, ed, Ijtihad Dalam Sorotan, Bandung: Mizan, 1998.

Jamal D Rahman, ed, Wacana Baru Fikih Sosial 70 Tahun KH. Ali Yafie, Bandung: Mizan, 1997.

Juhaya S Praja, “Dinamika Pemikiran Hukum Islam” dalam Jaih Mubarok, Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam, Bandung: Roesda Karya, 2001.

Khaled Abou el Fadl, Selamatkan Islam Dari Muslim Puritan, terj. Helmi Mustafa, Jakarta: Serambi, 2006.

Kuntowijoyo, Identitas Politik Ummat Islam, Bandung: Mizan, 1997.

_____, Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi, Bandung: Mizan, 1991.

Mahsun Fuad, Hukum Islam Indonesia: Dari Nalar Partisipatoris Hingga Emansipatoris, Yogyakarta: LKiS, 2005.

Masdar Farid Mas’udi, Agama Keadilan: Risalah Zakat (Pajak) Dalam Islam, Jakarta: P3M, 1991.

Masruhan, “Pemikiran Kyai NU tentang Relasi Agama dan Negara” Jurnal Al-Qānūn, Vol. 12, No. 1, Juni 2009

Muhtar Gundaatmaja, Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia, Bandung: Rosda Karya, 1993.

Muhyar Fanani, Fikih Madani: Konstruksi Hukum Islam di Dunia Modern, Yogyakarta: LKiS, 2009.

Muhyar Fanani, Ilmu Ushul Fikih di Mata Filsafat Ilmu, Semarang: Walisongo Pres, 2009.

Mun’im A Sirry, Sejarah Fikih Islam: Sebuah Pengantar, Jakarta: Risalah Gusti, 1995.

Mustafa Benhamza “al-Fiqh al-Ijtima’i fi al-Islam: Ta’silun wa Tausifun” dalam al-Maktabah al=-maqruah, www.benhamza.net.

Muzammil Qomar, NU “Liberal”: Dari Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam”, Bandung: Mizan, 2002.

Peter L Berger dan Luckmann Thomas, Tafsir Sosial Atas Kenyataan: Sebuah Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan, terj. Hasan Basari, Jakarta: LP3ES, 1990.

Peter L Berger, Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial, terj. Hartono, Jakarta: LP3ES, 1994.

R. Michael Feener, Muslim Legal Thought in Modern Indonesia, USA: Cambridge University Press, 2007.

Ralph Schroeder, Max Weber Tentang Hegemoni Sistem kepercayaan, terj. Ratna Noviani, Yogyakarta: Kanisius, 2002.

Roibin, Sosiologi Hukum Islam: Tela’ah Sosio-Historis Pemikiran Imam Syafi’i, Malang: UIN Malang Press, 2008.

Sahal Mahfudh, Nuansa Fikih Sosial, Yogyakarta: LKiS, 1994.

Saifudin Zuhri, Berangkat Dari Pesantren, Jakarta: Gunung Agung, 1987.

Soedjatmoko, Etika Pembebasan Jakarta: LP3ES, 1988.

Sudirman Tebba, Sosiologi Hukum Islam, Yogyakarta: UII Press, 2003.

T.M. Hasbi Ash-Shiddieqiy, Syariat Islam Menjawab Tantangan Zaman, Jakarta: Bulan Bintang, 1966.

Tariq Ramadlan, Menjadi Modern Bersama Islam: Islam, Barat, dan Tantangan Modernitas, terj. Zubair dan Ilham B Saenong,, Bandung: Teraju Mizan, 2003.

Yudian Wahyudi, Usul Fikih Versus Hermeneutika, Yogyakarta: Nawesea Press, 2007.

Yusuf Qardlawi, Membumikan Syariat Islam: Keluwesan Aturan Ilahi Untuk Manusia, terj. Muhammad Zaki dan Yasir Tajid, Bandung: Arasy Mizan, 2003.

Zubaidi, Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren: Kontribusi Fikih Sosial Sahal Mahfudh Dalam Perubahan Nilai-Nilai Pesantren Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Zuhairi Misrawi dan Novriantoni, Doktrin Islam Progresif: Memahami Islam Sebagai Ajaran Rahmat, Jakarta: LSIP, 2004.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir'ah.2016.502-03

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Refrensi      : eztekno.com

Print ISSN    : 0854-8722

Online ISSN : 2443-0757

Indexed By :