Hak-hak Keperdataan Janin dalam Hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

Auliya Ghazna Nizami

Abstract


Abstract: The right of unborn child (fetus) is one of the long-standing and debatable topics in both contemporary and classical literatures. In general, the discussions of the right of the unborn child are mostly brought into the perspective of human right. On the one hand, the case of abortion is always to be the heated topic because it relates to the right to life. On the other hand, there are only few studies address the civil rights of the fetus, even though the fetus is the early stage of a human and thus is treated as the weakest legal subject. Based on this, this article seeks to elaborate two main problems: the extent to which Indonesian positive law regulates the interests of the fetus as a legal subject and the discussions of the fetus’ civil rights, particularly on the issue of its in inheritance, will and endowments in classical fiqh. This is a literature research, with a normative juridical approach. The results of this study are: (1) Islamic law and positive law in Indonesia are similar in recognizing the legal subject of a fetus who can attain the right of inheritance, will, and endowments; (2) Islamic law and positive law in agreement that unborn child who dies in his/her mother’s womb or born dead is not eligible to inherit; (3) in Islamic law, the fetus has the right to the property that is endowed to him/her and the profit generated from it, while the positive law does not explain clearly the permissibility or impossibility of waqf to the fetus.


Abstrak: Isu tentang anak merupakan salah satu topik pembahasan dalam berbagai literatur baik klasik maupun kontemporer. Pembahasan-pembahasan ini pada umumnya membicarakan hak-hak janin yang berkaitan dengan hak-hak untuk hidup, dalam hal ini adalah fikih aborsi. Pada sisi lain, tulisan yang mengulas tentang hak-hak keperdataan janin tidak begitu banyak padahal anak dalam kandungan merupakan bagian dari anak secara keseluruhan dan merupakan subjek hukum yang paling lemah. Berdasarkan hal ini, artikel ini berupaya memaparkan dua pokok masalah, yakni sejauh mana hukum positif di Indonesia mengatur kepentingan janin sebagai subjek hukum dan bagaimana diskusi fikih klasik menyinggung hak-hak keperdataanya terutama dalam kewarisan, wasiat, dan wakaf. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, dengan pendekatan yuridis-normatif. Hasil penelitian ini yakni: (1) antara hukum Islam dan hukum positif di Indonesia menerapkan hukum yang sama dalam hal pengakuan janin sebagai subjek hukum yang dapat memiliki hak waris dan wasiat; (2) hukum Islam dan hukum positif menganggap janin tidak pernah ada apabila ia telah mati dalam kandungan atau terlahir dalam keadaan mati sehingga hak waris dan wasiatnya tidak ada; (3) dalam hukum Islam, janin berhak atas barang yang diwakafkan kepadanya dan yang dihasilkan dari barang tersebut, sedangkan hukum positif tidak menjelaskan kebolehan atau ketidakbolehan wakaf terhadap janin.


Keywords


hak janin; hukum positif; hukum Islam; kewarisan; wasiat; wakaf

References


‘Ābidīn, Ibnu. Radd al-Mukhtār ‘alā ad-Durr al-Mukhtār. Beirut: Dār al-Fikr, 1992.

‘Alā ad-Dīn al-Ḥanafi. Ad-Durr al-Mukhtār Syarḥu Tanwīr al-Abṣār. Kairo: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 2002.

Alwi, Zulfahmi. “Abortus dalam Pandangan Hukum Islam”. Hunafa: Jurnal Studia Islamika 10, no. 2 (Desember 2013): 293-321

Arifin, Busthanul. Pelembagaan Hukum Islam di Indonesia: Akar Sejarah, Hambatan dan Prospeknya. Jakarta: Gema Insani Press. 1996.

Dardīri, Aḥmad bin Muḥammad bin Aḥmad ad-. asy-Syarḥu aṣ-Ṣaghīr alā Aqrabi al-Masāliki ilā Mażhabi al-Imām Mālik. Kairo: Dār al-Ma’ārif, t.t.

Darnela, Lindra. “Perlindungan Pemerintah Indonesia Terhadap Stateless Person Imigran Rohingya di Aceh”. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 51, no. 2 (Desember 2017): 473-495.

Efendi, Mansur. “Menakar Progresivitas Hukum Wakaf dalam Pengembanfan Wakaf Uang di Indonesia”. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 3, no. 2 (2018): 191-204.

Ghazālī, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-. Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn. Beirut : Dār al Ma’rifah, 1983.

Gil’adi, Avner. Children of Islam: Concept of Childhood in Medieval Muslim Society. Houndmills, Basingstoke, Hampshire RG21 2XS and London: Macmillan Academic and Professional LTD, 1992.

Haq, Islamul. “Effect of Young Age in Murder Felony: Comparative Study Between Islamic Jurisprudence and Islamic Law”. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 3, no. 2 (2018): 151-170.

https://www.merriam-webster.com/dictionary/fetus

Ibrāhīm asy-Syāfi’i, Abdullah bin Ḥijāzi bin. Ḥāsyiyatuasy-Syarqāwi Kairo: Maṭba’atu al-Amīriyyah, tt.

Ibrahim, Ahmed Fekry. “The Best Interests of Child in Pre-modern Islamic Juristic Discourse and Practice”. The American Journal of Comparative Law 63, no. 4 (2015): 859-891.

Ka’bah, Rifyal. “Peraturan Perundang-undangan Islam di Indonesia,” dalam dakwah.wordpress.com/2013/08/21/Peraturan-perundang-undangan-islam-di-indonesia. Diakses tanggal 8 oktober 2017.

Kāsāni, Abū Bakr bin Mas’ūd bin Aḥmad al-. Badāiu’ aṣ-Ṣanā’i’ fī Tartīb asy-Syarā’i’. Kairo: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah

Komariah. Hukum Perdata. Malang: UMM Press, 2010.

Kompilasi Hukum Islam. Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2006.

M, Hajar. “Asal Usul dan Implementasi Ahli Waris Pengganti Perspektif Hukum Islam”. Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum 50, no. 1 (Juni 2016): 49-79.

__________. “Epistemologi Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam”. Millah 14, no. 1 (Agustus 2014): 143-170.

Machmudin, Dudu Duswara. Pengantar Ilmu Hukum: Sebuah Sketsa. Bandung: Refika Adhitama. 2013.

Madzkur, Muhammad Salam. Al-Janīn wal Ahkām al-Muta’alliqah bihī fī Fiqhi al-Islām. Kairo: Dār al-Nahḍah al Arabiyya. 1996.

Manṣūr bin Yūnus bin Ṣalāḥ ad-Dīn bin Idrīs al-Ḥanbali. Syarḥu Muntahā al-Irādāt. Kairo: ‘Ālam al-Kutub.

Munson, Ronald. Intervention and Reflection, Basic Issues in Medical Ethics. California: Wadsworth Publishing. 1983.

Mustafid, Fuad. “Studi atas Pandangan Kaum Agamawan, Praktisi Kesehatan dan Respons MUI terhadap Masalah Aborsi”. Al-Mazahib 3, no. 1 (Juni 2015).

Nasional, Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2008.

Nawawi, Muhyī ad-Dīn Yahyā bin Syaraf an-. Al-Majmū’ Syarḥ al-Muhażżab. Kairo: Dār al-Fikr.

Nurlaelawati, Euis dan Stijn Cornelis Van Huis. “The Status of Children Born out of Wedlock and Adopted Children in Indonesia: Interactions between Islamic, Adat, and Human Rights Norms”. Journal of Law and Religion 34, no. 3 (2019): 356-382.

Pangemanan, Maria Mawar. “Kajian Hukum Atas Hak Waris Terhadap Anak dalam Kandungan Menurut KUHPerdata”. Lex Privatium 4, no. 1 (Januari 2016).

Putra, Gratianus Prikasetya. “Pertanggungjawaban Pemilik dan Pengguna atas Kerusakan yang Diakibatkan oleh Hewan Peliharaan: Studi Perbandingan Hukum Indonesia dan Jerman”. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 51, no. 2 (Desember 2017): 497-512.

Qudāmah, Ibnu. Al-Mugnī. Beirut: Dar al-Fikr, 1405.

Ramulyo, Idris. Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Jakarta: Sinar Grafika. 2004.

Rosen, David M. “American Families and American Law”, dalam Marvin B. Sussman, Suzanne K. Steinmetz, dan Gary W. Peterson. Handbook of Marriage and the Family. New York: Springer Science+Business Media, 1999.

Sabreen, Madasra. “An Unborn Child‟s Right to Life: A Study of the Law of Abortion in Pakistan in the light of Shariah”. Al-Adwā 35, no. 53 (2020): 183-196.

Sarkhasyi, Muḥammad bin Aḥmad bin Abū Sahl as-. Al-Mabsūṭ. Beirut: Dār al-Ma’rifah. 1993.

Schacht, Joseph. An Introduction to Islamic Law. Oxford: Clarendon Press. 1982.

Sholihah, Hani. “Perlindungan Anak dalam Perspektif Hukum Islam”. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies 1. no. 1 (2018): 38-56.

Simmons, Paul D. Birth and Death: Bioethical Decision-Making. Philadelphia: Westminster Press. 1983.

Syarbīnī, Syamsuddīn asy-. Al-Iqnā’ fī ḥilli alfāżi Abī Syujā’. Beirūt: Dār al-Fikr, t.th.

Wignjosoebroto, Soetandyo. Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 1995.

www.almanhaj.or.id/1530-lian-saling-melaknat.html. Diakses pada 31 Mei 2018.

Zahraa, Mahdi dan Normi A. Malek. “The Concept of Custody in Islamic Law”. Arab Law Quarterly 13, no. 2 (1998): 155-177.

Zuhaili, Wahbah az-. Al-Fiqh al-Islāmi wa Adillatuhu. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Zuhroh, Diana. “Konsep Ahli Waris dan Ahli Waris Pengganti: Studi Putusan Hakim Pengadilan Agama”. Al-Ahkam 27, no. 1 (2017): 43-58.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir'ah.2018.52.1.%25p

Article Metrics

Abstract view : 202 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 101 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Refrensi      : eztekno.com

Print ISSN    : 0854-8722

Online ISSN : 2443-0757

Indexed By :