Problema Miskin dan Kaya dalam Pandangan Islam

Authors

  • Sofyan Hadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember

DOI:

https://doi.org/10.14421/ajish.v43i2.106

Abstract views: 1066 PDF downloads: 897

Keywords:

miskin, kaya

Abstract

Kemiskinan terlahir tak jauh dari masa ketika manusia ada,  ia  selalu  menjadi  problem  manusia  yang  membayang-bayangi  kehidupannya  dari  segala  zaman,  manusia  sebagai makhluk  yang  lemah  sepertinya  tidak  akan  pernah  bisa menghapuskan secara tuntas 100 persen di muka bumi ini. Ketika al-Quran diturunkan (611-632 M.), masyarakat Makkah dan  Madinah  serta  kawasan  sekitarnya  juga  menghadapi problem  kemiskinan.  Tidak  mengherankan  jika kemudian  al-Quran  menaruh  perhatian  sangat  besar  terhadap  problem tersebut.  Demikian  ini  karena  al-Quran  diturunkan  selain sebagai mukjizat, juga berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, khususnya  bagi  mereka  yang  bertakwa  dalam  memecahkan persoalan  hidup  dan  kehidupan  dengan  tujuan  tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat. Dengan  demikian  dapat  dinyatakan  bahwa baik  dalam  bidang teologi,  tasawwuf,  fikih,  maupun  tafsir  konsep  kemiskinan merupakan  konsep  yang  parsial.  Keparsialan  konsep  tersebut dalam  bidang  teologi,  tasawwuf,  dan  fiqih  disebabkan  oleh spesialisasi  sudut  pandang  masing-masing,  bukan  karena  soal metodologis.  Sedang  dalam  bidang  tafsir  keparsialan  konsep tersebut disebabkan oleh penggunaan metode tajziz’iy.

Downloads

Published

15-07-2009

How to Cite

Hadi, S. (2009). Problema Miskin dan Kaya dalam Pandangan Islam. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 43(2). https://doi.org/10.14421/ajish.v43i2.106

Issue

Section

Articles